Mau sampai kapan cita cita seorang siswa yang sekolah hanya untuk menjadi PNS ??

Wah, beginilah tulisan seorang sahabat kaskus. Kalau dipikir-pikir banyak benernya artikel kreatifnya. Sebelumnya mohon maaf jika ada pihak yang tersinggung. Saya hanya memberikan informasi yang layak diketahui. Mohon bersikap bijaksana. Tujuannya hanya mencoba membuka beberapa pikiran yang terkunci dan kuncinya hilang. Yang jadi masalahnya mau sampai kapan cita cita seorang siswa yang sekolah hanya untuk menjadi PNS (Pegawai negeri Sipil).

Seperti orang bodoh yang diperlukan, supaya orang pinter bisa disebut pinter.
Negeri ini kurang rakyat gila… Biar negeri ini bisa disebut waras.

99% rakyat Indonesia pasti menganggap pekerjaan paling aman adalah menjadi PNS. Betul atau Tidak?
Klo jawab enggak, pasti gengsi mo bilang iya.

Aman yang bagaimana maksudnya? Aman dari segi penghasilan? Gajinya tetep?
Bukannya klo gajinya tetep… Malah itu ga aman ya??

Gaji tetep itu malah gak aman donk. Kita mau kerja sekeras apa juga. Hasilnya segitu aja kan???
So percuma donk. Kerja capek-capek hasilnya segitu-segitu aja…

Bedakan dengan dagang! Kalo yang tadinya kita cuma buka toko, terus meningkat jualan juga pake gerobak biar bisa menjemput konsumen. Hasilnya nambah kan? Makin berkeringat makin banyak hasil… Betul gak?

Sekarang yang lebih aman mana? PNS ato Dagang?

Pada Tetep Nyebut PNS Ya??

“Soalnya kalo kita males-malesan hasilnya juga tetep.”

Ooohh karena itu ya? Terlalu banyak orang pinter, cerdas dan waras mengambil pola pikir seperti itu.
Itulah yang namanya SAMPAH NEGARA.

Hanya bisa menikmati pemberian negara tapi ga bisa memberi kenikmatan untuk negara.

Mau di bilang SAMPAH NEGARA?? Apa mo dagang aja? Emang ada pedagang yang jadi sampah negara?
Walaupun pedagang kecil, itu pahlawan negara. Dia bisa hidup bukan dari pemberian negaranya.

So, masih menganggap PNS lebih aman?

Masih !!!!!!

“Soalnya ada pensiunan!”

Pede amat bisa hidup sampe pensiun? Yakin umur bisa lebih dari 55?
Makanan aja gak suka sayur, sukanya ayam yang di goreng tepung, burger yang kejunya banyak. Minumnya yang bersoda terus biar gaya. Kalau habis makan gak ngerokok? Lidahnya pahit.

Yakin bisa kerja sampe pensiun?

Umur manusia makin lama makin pendek, makanya jangan nunggu tua kalo mau sukses, entar gak nyampe tua? Sia-sia donk hidupnya.

Masih mau berharap uang pensiun?

Gedenya uang pensiun gak bakalan seberapa dibanding dengan hasil yang didapat dari memberikan tenaga yang lebih dalam berdagang.

Bahkan klo pelanggan sudah gak bisa ke lain hati, bukan cuma uang pensiun yang di dapat, rejeki buat anak turunan dah disiapkan.

Masih menganggap PNS lebih aman??

Masih !!!!!!

Soalnya gaji PNS pasti naik, minimal tetep. Kalo dagang bisa turun.

Justru karena penghasilan bisa turun, maka saat itulah dia bisa lebih dekat dengan Penciptanya. Ya kan?

Klo rugi pasti langsung berdoa, “Ya Allah, semoga daganganku laris, hasilnya meningkat…”
Justru saat penghasilan turunlah Tuhan lebih senang. Karena jarang ada hamba yang menyapa-Nya ketika penghasilannya naik.

So, kalau ga mau penghasilan turun, sapa Dia kalau penghasilan lagi naik.

Karena PNS gak pernah turun penghasilannya, makanya banyak yang lupa ma Dia…
Biar inget lagi, caranya bukan dikurangi penghasilannya, tapi mungkin dengan :
1. Pengeluaran yang tiba-tiba jadi banyak. Mungkin karena anak sakit, mobil rusak, rumah ancur kena gempa,
istri minta berlian segudang dan masih banyak lagi pengeluaran yang entah kenapa tiba-tiba penghasilan menjadi terasa makin dikit.

2. Dibiarkan korupsi. Karena dengan korupsi, dia pasti akan terkena imbasnya. Dan setelah kena imbasnya itu, pasti dia akan ingat dengan Tuhan yang telah mengijinkannya korupsi.

Dan ingat, harta yang didapat oleh PNS adalah dari uang negara yang diatur oleh undang-undang dan hukumannya adalah penjara.

Beda dengan dagang, uangmu ya uangmu mau diapakan juga bukan urusan negara.

So, mana yang lebih menakutkan? PNS atau pedagang?

Pedagang !!

Soalnya pedagang paling segitu-gitu aja, klo PNS kan bisa naik pangkat.

Buat apa naik pangkat kalo yang dapet manfaatnya cuma itu-itu aja? Kerja buat anak istri, orang tua, saudara.

Mau dari pangkat paling bawah sampe paling atas, jabatan pelaksana sampe menteri, kalo yang bisa mendapat manfaatnya cuma mereka.

Apa bedanya sama pedagang di pasar tradisional yang hasilnya juga buat anak istri, orang tua, saudara.

Jadi PNS itu, hal yang sangat beresiko, terutama untuk kewarasan hidup.
Kenapa bisa gitu?

Gimana enggak, pangkat menyesuaikan tingkat pendidikan. Wmang tingkat pendidikan selalu sesuai dengan kinerja dalam berbakti pada negara?

Ada yang kerja banting tulang ngurus pekerjaan kantor, ada yang belajar banting tulang nyelesaikan kuliahnya buat naik pangkat. Kerjaan selesai dengan memuaskan, yang naik pangkat siapa? Yang kuliah kan?

Toh kerja rajin ma males penghasilan sama aja, daripada sibuk kerja, mending sibuk belajar buat naik pangkat?
ya ga?

Mau naik pangkat karena prestasi, ada sih emang,,,, Tapi berapa banyak yang bisa gitu?
Formalitas, bahkan menyedihkan, karena banyak yang gak terima dia berbeda dengan yang lainnya.
Ya, begitulah PNS…

Ibarat maen bola, biar harga pemain jadi mahal, pake seragamnya yang bagus, gak usah main bagus, gak usah cetak gol banyak, jadi cadangan aja gpp kok, yang penting seragamnya rapi.

Masih mau jadi PNS? PNS aman? Mungkin bisa membaca ulang dari awal kembali..

sumber : ‘tom’ KasKus

Tinggalkan komentar

Filed under info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s