KEADILAN

 

Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawlsfilsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran” . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya

 

Sila ke 5 “keadilan sosial bagi seluruh indonesia”

Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti untuk setiap orang yang menjadi Rakyat Indonesia, baik yang berdiam di wilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri.

 

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945, maka keadilan sosial mencakup pula pengertian adil dan makmur. Keadilan sosial yang dimaksud tidak sama dengan pengertian sosialistis atau komunalistis, karena yang dimaksud dengan keadilan sosial dalam Sila ke- 5 bertolak dari pengertian bahwa antara pribadi dan masyarakat satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Masyarakat tempat hidup dan berkembang pribadi, sedangkan pribadi adalah komponennya masyarakat.

 

Keadilan sosial mengandung arti tercapainya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakat. Karena kehidupan manusia itu meliputi jasmani dan kehidupan rohani, maka keadilan itu pun meliputi keadilan di dalam pemenuhan tuntutan hakiki kehidupan jasmani serta keadilan di dalam pemenuhan hakiki kehidupan rohani secara seimbang. Dengan kata lain, Keadilan di bidang material dan di bidang spiritual. Pengertian ini mencakup pula pengertian adil dan makmur yang dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia secara merata, dengan berdasarkan asas kekeluargaa

 


5 Wujud Keadilan Sosial dalam Perbuatan dan Sikap

1.    Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu : Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

2.    Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

3.    Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan.

4.    Sikap suka bekerja keras.

5.    Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

 

Contoh kasus keadilan sosial di indonesia

Contoh kasus ketidakadilan sosial adalah kasus mengenai pencurian kapuk atau kapas senilai Rp. 4.000,- yang dilakukan oleh empat orang laki-laki di Batang, Jawa Tengah. Kemudian, terdapat pula kasus pencurian tiga buah kakao atau cokelat yang dilakukan oleh Nenek Minah, juga kasus pencurian semangka oleh dua orang laki-laki bernama Basar dan Kholik. Mereka memang bersalah dan patut menerima hukuman sesuai peraturan yang berlaku. Namun, mari kita bandingkan dengan beberapa kasus lain yang akan saya paparkan.

Kasus-kasus lain adalah kasus korupsi yang dilakukan oleh Gayus Tambunan dan Artalyta Suryani, juga kasus narkoba oleh terpidana mati Rima Rita. Mereka semua telah mendapatkan hukuman yang sama, yakni dipenjara. Namun, ketidakadilan sosial yang terjadi disini adalah mengenai sel atau penjara tempat yang mereka huni. Bagi Gayus, Artalyta , dan Rima, penjara merupakan tempat tinggal yang layak, bahkan lebih mewah dari hotel berbintang. Entah mengapa hal tersebut dapat terjadi, padahal dalam kasus pencurian kapas, kakao, dan semangka yang dilakukan oleh orang-orang miskin, penjara yang mereka huni adalah penjara yang tidak seperti penjara yang dihuni oleh para narapidana kasus korupsi dan narkoba yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas mewah.

Perbandingan kasus lainnya adalah kasus tabrakan yang dilakukan oleh Afriyani Susanti yang mengakibatkan delapan korban tewas seketika dan lima korban luka-luka. Afriyani telah diproses secara hukum dan divonis 15 tahun penjara. Di lain sisi, terdapat kasus tabrakan yang dilakukan oleh anak Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, yaitu M. Rasyid Amirulloh Rajasa yang sekaligus besan presiden Republik Indonesia, Sushilo Bambang Yudhoyono. Rasyid telah diproses secara hukum, namun sepertinya terdapat banyak keringanan yang ia terima atas jeratan hukum yang seharusnya ia dapatkan. Kedua kasus tersebut semakin memperkuat bahwa masih terjadi ketidakadilan di Indonesia.

 

 

sumber :

wikipedia.org

ahmadapriyannto.blogspot.com

sarahabibah.blogspot.com/

 

 

Tinggalkan komentar

Mei 17, 2014 · 12:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s